Selasa, 23 Februari 2010

biografi nabi muhammad

A. Biografi

Nabi Muhammad SAW adalah keturunan bangsawan Quraisy, ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qusai bin Kilab Murrah dari golongan Arab Bani Ismail. Ibunya bernama Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf bin Kilab bin Murrah. Dilihat dari silsilah keturunan,antara ayah & ibu Nabi Muhammad SAW keduanya berasal dari keturunan bangsawan kabilah Arab.
Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam keadaan yatim, ayahnya yang bernama Abdulllah meninggal di kala Nabi Muhammad SAW dalam kandungan + 7 bulan. Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiulawal tahun gajah atau tanggal 20 april 571M
Disebut tahun gajah karena pada saat kelahiran Nabi Muhammad SAW bersamaan dengan peristiwa pemberontakan yang dipimpin oleh Abrahah dengan segenap pasukannya dengan tujuan untuk menghancurkan Kakbah. Pada saat itu Abrahah mengendarai gajah. Sahingga tahun tersebut lebih dikenal dengan tahun gajah. Namun Allah menghadangnya dengan mengirim pasukan burung ababil untuk menghancurkan pasukan abrahah sehingga penyerangannya Kakbah mengalami kegagalan, kondisi Kakbah tidak mengalami kerusakan

B. Sebelum Diangkat Rasul

Sudah menjadi kebiasaan bangsawan Arab yang berada di kota Mekah pada saat itu,setelah anaknya lahir disusukan dan dititipkan pengasuhannya kepada orang lain yang tinggal tidak jauh dari kota Mekah, yakni di dusun yang jauh dari kebisingan kota dan memiliki kebiasaan bertutur bahasa yang fasih dan baik,begitu juga Nabi Muhammad SAW pada saat itu juga diserahkan pengasuhannya kepada orang lain yang bernama Halimah Sa’diyah dari Bani Saad kabilah Hawazin, tempat tinggalnya tidak jauh dari kota Mekah. Di perkampungan Bani Sa’ad inilah Nabi Muhammad SAW diasuh dan dibesarkan sampai berusia 5 tahun.
Setelah 5 tahun diasuh oleh Halimah Sa’diyah, Muhammad SAW diserahkan kembali kepada ibunya yang tinggal di Mekah.setahun kemudian,kira-kira umur 6 tahun Nabi Muhamad SAW di bawa ibunya kemadinah bersama-sama dengan Ummu Aiman dengan maksud untuk menunjukan makanan ayahnya yang telah meninggal sebelum Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Tinggal di Madinah kira – kira 1 bulan kemudian kembali lagi ke Mekah.
Ditengah perjalanan pulang dari Madinah ibu Nabi Muhammad SAW jatuh sakit dan akhirnya meninggal sebelum sampai di Mekkah.Sepeninggalan ayah dan ibunya, Nabi Muhammad hidup sebagai yatim piatu. Sejak itulah kehidupan Nabi Muhammad SAW dibawah asuhan saudara – saudaranya, yaitu Abdul Muthalib dan Abu Thalib,beliau adalah kakek dan pamannya. Namu situasi semacam ini tidak berjalan lama, karena 2 tahun kemudian Abdul Muthalib meninggal dunia. Sepeninggalan Abdul Muthalib Nabi Muhammad diasuh pamannya yang bernama Abdul Muthalib, waktu itu nabi muhammad berusia 8 tahun.
Memasuki usia 25 tahun beliau bekerja di tempatnya Siti Khadijah untuk membantu perdagangan. Sejak awal Siti Khadijah sangat mengagumi Nabi Muhammad karena itulah Siti Khadijah berniat menjadikannya suami.Siti Khadijah pada saat itu berstatus sebagai janda berusia 40 tahun.Ringkas cerita, Siti Khadijah melamar Nabi Muhammad dan lamaran diterima. Jadilah mereka berdua dikaruniai 6 orang anak.

C. Sesudah Diangkat Menjadi Rasul

Memasuki 40 tahun Nabi Muhammad SAW sering berkhalawat ( berdiam diri dengan merenungkan segala sesuatu dan memohon petunjuk kepada Allah) terutama berkaitan dengan situasi masyarakat Mekah dalam berkhalawat beliau lebih sering memilih tempat yang jauh dari keramaian salah satu tempat yang digunakan untuk berkhalawat adalah gua Hira’ di tempat inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali dari Allah. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 17 Ramadhan bertepatan dengan tanggal 6 Agustus tahun 619 M. Dalam catatan sejarah diterangkan bahwa ketika Nabi Muhammad sedang berkhalawat di Gua Hira, bekiau didatangi malaikat Jibril dan menyuruh Nabi Muhammad membacanya. Malaikat barkata, “ Bacalah “ . Kemudian beliau menjawab “ Aku Tidak Dapat Membaca “ hal tersebut diulang – ulang sampai 3 kali. Dan akhirnya Nabi bertanya, “ Apa yang Aku Baca ? “. Selanjutnya malaikat Jibril membacakan wahyu Allah tersebut sebagaimana Q.S AL-‘ALAQ : 1 – 5 . Setelah malaikat Jibril membacakan ayat tersebut, lalu Nabi Muhammad menirukannya, sesaat kemudian malaikat Jibril meninggalkan Nabi Muhammad dengan diterima wahyu Allah tersebut resmilah Muhammad ditetapkan oleh Allah bagi Rasul yang bertugas menyampaikan Risallah kepada umatnya.
Pada saat menerima wahyu yang pertama tersebut usia nabi Muhammad 40 tahun 6 bualn 8 hari ( menurut perhitungan tahun Masehi ) atau 39 tahun 3 bulan 8 hari ( menurut perhitungan Hijriah ). Setelah menerima wahyu dari Allah Nabi Muhammad SAW buru – buru pulang meninggalhan Gua Hira’ dalam keadaan gemetar, sehingga meminta istrinya untuk menyelimuti badannya.


D. Dakwah

Dalam catatan panjang sejarah setiap nabi atau rasul yang diutus Allah SWT senantiasa terkait dengan perubahan dan keadaan umat manusia pada zaman itu.
Sepanjang peradaban manusia dari zaman Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW Allah SWT telah menetapkan hamba – hamba pilihanNya untuk dijadikan nabi atau rasul dengan maksud untuk menyampaikan wahyu dan membimbing umat manusia ke jalan yang benar, yaitu beriman kepada Allah SWT dan beribadah kepada-Nya.
Nabi atau rasul sebelum Nabi Muhammad SAW hanya diutus sesuai dengan umat dan zamannya dan silih berganti sampai diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasul yang terakhir dan penutup para nabi,. Pendek kata Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rasul untuk seluruh umat manusia didunia ini.
Alasan yang menunjukan bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai rasul yang terakhir, misi dan tugasnya ditunjukan untuk seluruh umat manusia dan bangsa adalah:

a. Para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW diutus hanya untuk kaum dan bangsa tertentu. Contoh Nabi Nuh AS diutus hanya untuk kaum Nabi Nuh dan berakhir setelah datang nabi / rasul berikutnya.



b. Ajaran para nabi / rasul sebelum Nabi Muhammad SAW sifatnya sangat terbatas, hanya untuk kaum dan masa tertentu, sehingga diperlukan penyempurnaan dengan mengutus rasul baru yang ajarannya lebih sempurna dan berlaku untuk seluruh umat manusia sepanjang masa.

c. Nabi Muhammad SAW adalah rasul terakhir
Firman Allah SWT :
Artinya :
“Muhammad itu sekali – kali bukanlah bapak seorang laki – laki di antara kamu, melainkan dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Dan Allah Mengetahui segala sesuatu. “ ( Q.S. AL-Ahzab, 33 : 40 )

d. Nabi Muhammad SAW adalah nabi / rasul untuk seluruh umat manusia sedunia. ( Lihat Q.S.AL-A’raf, 7 : 18 )

e. Seluruh ajaran yang dibawanya adalah untuk kesejahteraan seluruh alam semesta dan penghuninya.
Firman Allah SWT :
Artinya :
“ Tiadalah kami utus engkau ( Muhammad ) melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam. “ (Q.S.AL-Anbiya, 21 : 107 )

f. Nabi Muhammad SAW adalah rasul pembawa ajaran dan berita gembira bagi seluruh umat manusia.
Firman Allah SWT :
“ Tiada Kami utus engkau ( Muhammad) melainkan untuk seluruh manusia guna memberikan berita gembira dan berita peringatan.”
( Q.S.Saba’, 34 : 28 )




E. Kesimpulan

Dari beberapa alasan dan ayat diatas dapat dipahami bahwa keterangan yang menjelaskan bahwa “ Nabi Muhammad SAW adalah rasul akhir zaman, sebagai nabi yang terakhir, rasul yang diutus untuk seluruh umat manusia dan bangsa” adalah benar adanya. Sangat tidak beralasan jika ada orang yang meragukan kebenaran rasul Muhammad SAW, apalagi tidak menyakinkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar