Kamis, 18 November 2010

Tujuan jejak audit :

a. Mendeteksi akses tidak sah ke dalam system

Mendeteksi akses tidak sah dapat terjadi secara real-time. Tujuannya adalah untuk melindungi system dari pihak luar yang mencoba untuk menembus pengendalian system. Selain itu, dapat juga digunakan untuk melaporkan berbagai perubahan dalam kinerja system yang dapat mengindikasikan adanya virus atau worm.

b. Rekonstruksi peristiwa

Untuk merekonstruksi berbagai tahapan yang dapat mengarah pada berbagai peristiwa seperti kegagalan system, pelanggaran keamanan oleh seseorang, atau kesalahan pemrosesan aplikasi.

c. Meningkatkan akuntabilitas personal

Untuk memonitor aktivitas pengguna pada tingkat perincian yang terendah. Kemampuan ini adalah pengendalian yang dapat digunakan untuk mempengaruhi perilaku. Orang cenderung tidak akan melanggar kebijakan keamanan perusahaan jika dia tahu bahwa tindakannya dicatat dalam daftar audit. Hal ini berfungsi untuk mendeteksi akuntabilitas personal.

cara-cara yang dilakukan untuk mengendalikan risiko yang timbul dari ancaman program perusak :

a. Pengendalian hak akses

Hak akses diberikan ke beberapa orang dan ke seluruh kelompok kerja yang diotorisasi untuk menggunakan system.

b. Pengendalian kata sandi

Kode rahasia yang dimasukkan oleh pengguna untuk mendapatkan hak akses ke system, aplikasi, file data, atau server jaringan. Jika pengguna tidak dapat memberikan kata sandi yang benar, system operasi akan menolak memberikan akses.

c. Mengendalikan objek yang merusak dan risiko e-mail

e-mail memiliki beberapa resiko inheren dalam penggunaannya yang harus dipikirkan oleh auditor. Salah satu resiko yang signifikan bagi system perusahaan adalah infeksi dari sebuah virus atau worm yang sedang berkembang luas.

d. Mengendalikan jejak audit

Daftar yang dapat didesign untuk mencatat berbagai aktifitas dalam system, aplikasi, dan pengguna. Jika diimplementasikan dengan benar, jejak audit memberikan pengendalian deteksi yang penting untuk mewujudkan tujuan kebijakan keamanan.

PERANTI LUNAK AUDIT YANG DIGENERALISASI

Peranti lunak yang digeneralisasi (generalized audit software – GAS ) adalah CAATT yang paling banyak digunakan untuk audit SI. GAS memungkinkan auditor mengakses secara elektronik berbagai file data berkode dan melakukan berbagai operasi lainnya.

Luasnya popularitas GAS disebabkan oleh 4 faktor :

1. Bahasa GAS mudah digunakan.

2. Banyak produk GAS dapat digunakan dalam system mainframe dan PC.

3. Auditor dapat melakukan pengujian tanpa bantuan staf klien.

4. GAS dapat digunakan untuk mengaudit data yang telah disimpan dalam hamper semua struktur file.

GAS juga dapat digunakan untuk mengakses 2 struktur file, yaitu :

a. Struktur file sederhana

b. Struktur file kompleks

ISU AUDIT YNG BERKAITAN DENGAN FILE DATAR

Auditor kadang mengandalkan personel layanan computer untuk membuat file datar dari struktur file yang kompleks, jadi terdapat resiko bahwa integritas data akan berkurang karena prosedur yang digunakan untuk membuat file datar tsb.

Modul Audit Melekat (Audit Embedded Module / EAM)

Modul ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi berbagai transaksi penting ketika transaksi-transaksi tersebut diproses dan mengekstraksi salinan dari seluruh transaksi tersebut secara real-time. EAM adalah modul yang diprogram khusus dan melekat pada aplikasi host untuk menangkap berbagai jenis transaksi yang telah ditentukan untuk dianalisis lebih lanjut.

Pendekatan EAM memungkinkan berbagai transaksi yang dipilih akan ditangkap sepanjang periode audit. Transaksi akan tersedia secara real-time, pada akhir periode, atau kapanpun selama periode terkait hingga dapat mengurangi jumlah pekerjaan yang harus dilakukan melalui uji substntif. Auditor menentukan ke EAM berbagai parameter dan batas bawah materialitas transaksi yang diatur untuk ditangkap informasinya.

Meskipun terutama menggunakan teknik uji substanstif, EAM juga dapat digunakan untuk memonitor berbagai pengendalian yang berjalan, mengkaji ulang untuk melihat otorisasinya, kelengkapan dan akurasi pemrosesannya, serta memperbaiki berbagai pencatatan ke akun.

KELEMAHAN EAM

EAM memiliki dua 2 kelemahan utama :

  • Efisiensi Operasional

Dari sudut panang pengguna, EAM mengurangi kinerja operasional. Keberadaan modul audit dalam aplikasi host dapat memberikan beban tambahan dalam jumlah signifikan, terutama ketika jumlah pengujian sangat luas. Pendekatan untuk meringankannya adalah dengan medesign berbagai modul yang dapat dinyalakan dan dimatikan oleh auditor.

  • Memverifikasi integrasi EAM

Pendekatan EAM tidak dapat dijalankan dalam lingkungan yang memiliki tingkat pemeliharaan program tinggi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap integritas EAM yang secara langsung dapat mempengaruhi kualitas proses audit. Karena itu auditor harus mengevaluasi integritas EAM.

Minggu, 14 November 2010

beberapa jenis program perusak

a. Virus

Adalah sebuah program (biasanya merusak) yang melekatkan dirinya ke sebuah program yang sah untuk memasuki system operasi. Virus menghancurkan berbagai program aplikasi, file data, dan system operasi dalam berbagai cara.

b. Worm

Adalah program peranti lunak yang menyembunyikan diri kedalam memori computer dan mereplikasi dirinya ke berbagai area memori yang tidak digunakan.

c. Bom logika (Logic bomb)

Adalah program perusak, seperti virus, yang dipicu oleh beberapa peristiwa yang telah ditentukan sebelumnya. Seringkali berupa tanggal akan menjadi logika pemicu bom.

d. Pintu belakang (Back door)

Disebut juga sebagai pintu jebakan atau trap door adalah program peranti lunak yang memungkinkan akses secara tidak sah ke system tanpa melalui prosedur logon yang normal. Tujuan dari pintu belakang dapat saja untuk menyediakan akses yang mudah dalam melakukan pemeliharaan program atau dapat untuk melakukan penipuan atau menyelibkan sebuah virus ke dalam system.

e. Kuda troya (Trojan horse)

Adalah program yang tujuannya menangkap ID dan kata sandi dari pengguna yang tidak menaruh curiga. Program tersebut didesign untuk menyerupai prosedur logon yang normal dalam system operasi terkait.

CAATT untuk ekstraksi dan analisis data

Bab ini akan diawali dengan kajian struktur data. Struktur data merupakan susunan data secara fisik dan logis dalam file dan basis data. Pemahaman mengenai cara mengatur dan mengakses data merupakan hal penting dalam menggunakan alat ekstraksi data. Peranti lunak ekstraksi data terdiri atas dua kategori umum: modul audit melekat dan peranti lunak audit umum. Bagian kedua dari bab ini mendeksripsikan fiture, keunggulan, dan kerugian dari pendekatan modul audit melekat (embedded audit module-EAM). Bagian terkahir membahas fungsi dan pengguanaan peranti lunak audit yang digeneralisasi (Generalized audit software- GAS). Bagian ini ditutup dengan kajian mengenai fiture-fiture utama dari bahasa perintah audit (audit command language-ACL), produk utama dalam pasar GAS

I. STRUKTUR DATA

Struktur data (data structure) memiliki dua komponen dasar organisasi dan metode akses. Organisasi (organization) mengacu pada cara record disusun secara fisik pada peralatan penyimpanan sekunder. Ini bias berurutan atau acak. Metode akses (access method) adalah teknik yang digunakan untuk menemukan lokasi record dan bernavigasi dibasis data atau file. Metode ini dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu metode akses langsung dan metode akses berurutan.

Struktur data dapat dibagi menjadi dua, yaitu system file datar dan system basis data.

· Struktur File Datar

Model file datar mendeskripsikan suatu lingkungan dimana file data individual tidak diintegrasikan dengan file lainnya, pengguna akhir dalam lingkungan ini memiliki file data mereka masing-masing dan tidak membaginya dengan pengguna lainnya. Oelh karena itu, pemrosesan data dilakukan oleh aplikasi tersendiri. File data disusun, diformat, dan diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan kebutuhan khusus dari pengguna utama. Struktur file datar dibagi menjadi 4, sebagai berikut.

Ø Struktur Berurutan

Metode akses berurutan tidak mengizinkan akses ke suatu record secara langsung. File yang memerlukan operasi akses langsung memerlukan struktur data yang berbeda.

Ø Struktur Berindeks

Struktur ini disebut struktur berindeks karena selain file data actual, terdapat indeks terpisah yang juga merupakan file alamat record. Indeks ini berisi nilai numeric dari lokasi penyimpanan disk fisik untuk setiap record dalam file data terkait. File data itu sendiri bisa diatur secara berurutan atau acak.